Jumat, 30 Desember 2011

Tak Terhingga Nikmat Allah






























Nama              : Rundiyatun Firmaningsih                                                 
NIM                : 4211411033
Prodi               : Fisika 01
Assalamualaikum wr.wb.
Bimismillahirrahmanirrahim……
Kuawali pekerjaan ini dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga pekerjaan ini menjadi nilai ibadah di hadapan Allah. Amin ...
Sebenarnya, untuk menyelesaikan pekerjaan ini, perlu adanya suatu kreativitas tersendiri dalam menulis. Namun sayangnya,saya bukanlah orang yang pandai menulis dengan kata-kata indah yang dapat dengan mudah dimengerti oleh pembaca. Tapi hal itu tidak membuat saya putus asa dan menyerah begitu saja. Dengan kemampuan seadanya yang saya miliki  dan dengan usaha yang keras, saya akan mencoba mengerjakan tugas ini dengan sebaik-baiknya.












Begitu banyak anugerah yang Allah berikan kepada para hambaNya di muka bumi ini,entah itu berupa mukzizat,petunjuk,atau nikmat lainnya. Hingga nikmat-nikmat tersebut tak dapat dihitung satu persatu segala apa yang diberikan olehNya kepada kita,hambaNya. Nikmat Allah dapat diibaratkan sebagai suatu bilangan dari aljabar dengan pangkat tak hingga ( x^tak hingga) yang hasilnya tak terdefinisikan. Allah Maha Kaya dengan segala yang Ia punya.
            QS.Ibrahim : 34
Artinya :
Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat dzalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).”
Maka,beruntunglah kita para umatNya, yang sampai saat ini masih diberi nikmat dan karuniaNya. Semakin kita mensykuri segala nikmat yang Allah berikan kepada kita,maka Allah akan memberikan nikmat yang lebih kepada kita. Bentuk rasa syukur itu dapat kita apresiasikan dengan selalu beribadah kepadaNya,menjalankan segala perintahNya,dan selalu melakukan sesuatu hal atas dasar mencari ridhoNya.
            QS.Ali Imran : 174
Artinya :
“Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”
           
QS.Ali Imran : 171
Artinya :
Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.”
Nikmat yang Allah berikan sangat berlimpah. Beberapa di bawah ini adalah yang mampu saya sebutkan,sebab terlalu banyak sudah nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kita.

Nikmat Sehat
Ada dua macam nikmat sehat dari Allah yang diberikan kepada kita. Pertama, nikmat sehat jasmani. Sehat jasmani merupakan sehat fisik yaitu sehat seluruh tubuh atau seluruh anggota badan. Kata orang bijak,”Sehat itu mahal.” Terbukti,ketika kita sakit perlu banyak biaya yang dikeluarkan untuk berobat. Misal penyakitnya adalah panu,sejenis penyakit kulit. Karena penyakit panu saja yang terkadang di anggap sepele,kita perlu melakukan adanya suatu perawatan kulit yang bisa mengakibatkan biaya beratus-ratus ribu untuk menyembuhkannya. Kedua, sehat rohani. Sehat rohani merupakan sehat dari dalam,sehat jiwanya dan juga sehat psikisnya. Dengan adanya nikmat sehat ini, hati menjadi lebih tenang dan nyaman. Kedua nikmat ini saling berketergantungan,sebab apalah artinya sehat jasmani apabila rohani tidak juga sehat.

Nikmat Mengedipkan Mata
Dalam beberapa detik,senantiasa mata akan selalu berkedip,sehingga debu tidak akan dapat dengan mudah masuk ke dalam bola mata. Nikmat mengedipkan mata merupakan nikmat yang mungkin dianggap kecil oleh manusia pada umumnya. Namun, tanpa kita sadari nikmat ini adalah suatu karunia Allah yang menjadikan segala aktivitas kita terlaksana dengan baik. Sebab dengan berkedip mata kita akan senantiasa terjaga dari segala bentuk kotoran yang ada di luar bersamaam dengan udara (angin). Sungguh tidak dapat dibayangkan apabila mata kita tidak dapat berkedip. Tanpa berkedip akan ada kemungkinan terjadinya kebutaan,sebab benda-benda dari luar dapat masuk ke dalamnya. Sungguh bersyukurlah semua insan di dunia atas nikmat Allah Yang Maha Kuasa.

Nikmat Bernafas
Tanpa bernafas,manusia tidak akan bisa bertahan hidup. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya udara di dalam tubuh,sedangkan udara mempunyai peran penting pada semua proses yang terjadi di dalam tubuh. Udara atau lebih tepatnya oksigen juga membantu kerja jantung dalam memompa darah dan mengalirkannya keseluruh tubuh. Tanpa bernafas,manusia dan makhluk hidup lainnya bisa mati. Oleh karena itu,bersyukurlah semua makhluk yang masih diberi nikmat untuk dapat bernafas. Sebab dengan hal itu, kita dapat merasakan nikmatnya hidup di dunia ini dengan selalu bersyukur kepada Yang Maha Pencipta atas segala karunianya. Bahkan jika memang benar kita merasa bersyukur terhadap segala sesuatu yang diberikan Allah kepada kita,maka dengan sendirinya hati kita akan selalu mengingat dan selalu menyebut namaNya di setiap hembusan nafas.

Nikmat Melihat
Sungguh indahnya dunia ini dengan segala aksesoris yang menghiasi. Maka  bersyukurlah bagi kalian yang masih diberi kesempatan untuk dapat melihatnya,sebab banyak saudara-saudara kita di luar sana yang kurang beruntung karena tidak  dapat menikmati indahnya alam semesta. Dengan diberikannya mata oleh Allah kepada kita, kita di anjurkan untuk dapat melihat mana yang baik dan mana yang buruk namun bukan hanya dengan mata telanjang saja kita dapat menilainya melainkan dengan mata batin kita.

Nikmat Berbicara
Allah memberikan nikmat kepadaku berupa mulut yang bisa mengeluarkan suara yang menyebabkan aku dapat berbicara. Dengan nikmat ini,aku dapat menyampaikan segala sesuatu yang aku ketahui kepada orang lain di sekitarku,aku pun dapat bertanya segala sesuatu yang belum aku ketahui kepada orang yang lebih tahu daripada aku. Dan yang paling aku syukuri lagi dengan adanya nikmat ini, aku dapat berdzkir kepada Allah untuk selalu mengingatnya dan mengucap Alhamdulillah sebagai ungkapan rasa syukurku kepadNya,dengan nikmat ini pula aku dapat mengucapkan terimakasih kepada orang-orang yang mengajarkanku arti hidup (ibu,ayah,dan saudaraku).


Nikmat Mendengar
Telinga dengan semua struktur yang membangunnya,menjadikan aku bisa mendengar. Nikmat ini membuatku dapat mendengar suara orang-oarng yang aku sayang,tutur kata mereka,nasihat-nasihat mereka disaat aku sedang ada masalah. Dan yang menjadikan aku lebih bersyukur,aku dapat mendengar seruan adzan yang berkumandang yang seolah memanggilku dan mengingatkanku untuk segera menghadap Allah,mengunjungi rumahNya untuk beribadah kepadaNya.

Nikmat Berjalan
Allah memberikan nikmatNya kepada kita yaitu sepasang kaki. Kaki ini menjadi tumpuan bagi kita disaat berdiri. Dan dengan nikmat kaki ini aku dapat berjalan,melangkah,dan menyusuri jalan disetiap arah dengan niat beribadah kepada Allah.

Nikmat Tersenyum
Dengan nikmat ini, aku dapat mengekspresikan kebahagiaan yang aku rasakan disetiap hariku. Dan dengan nikmat ini aku dapat beribadah kepada Allah dengan selalu tersenyum pada setiap sahabat dikala berjumpa.

Nikmat Saudara
Alhamdulillah,segala puji bagi Allah Yang Maha Pemberi nikmat,Allah memberikan nikmat kepadaku berupa nikmat “saudara”. Tak terbayangkan dibenakku apabila aku tidak mempunyai saudara. Tidak akan ada yang mau dengan ikhlas membantuku disaat aku memmerlukannya. Saudaraku menjadi sumber inspirasiku,dan penyemangat hidupku,kepada mereka aku dapat dengan lepas mengungkapkan segala apa yang ad dibenakku.

Nikmat Orang tua
Orang yang paling aku hormati dan yang paling aku sayang adalah orang tuaku. Tidak ada yang paling berharga di dunia ini kecuali mereka,kasih dan sayang dari mereka menjadi kekuatan terbesar untukku mengarungi kehidupan yang fana ini. Mereka menjadi sumber motivasi terbesar dan semangat terbesar dalam hidupku. Dengan adanya mereka susah yang aku rasakan  menjadi pudar. Mereka adalah kekuatan terbesar di hidupku. Sungguh tidak ada yang bisa menggantikan mereka.nikmat terbesar dalam hidupku adalah orang tuaku. Semoga dengan restu Allah aku dapat membuat mereka bahagia dengan membalas jasa-jasa mereka. Ya Allah… jangan ambil mereka sebelum aku bisa membahagiaka mereka. Amin …!!!



Nikmat Cinta
Cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang dapat  menjadikan sesuatu yang berbeda menjadi dapat diterima pada masing-masing pihak. Cinta memberikan kedamaian,cinta menimbulkan adanya persatuan,dan karena cinta aku ada. Cinta ayah dan ibuku menjadikan aku lahir di dunia ini, dan dengan cinta mereka,aku hidup dan berkembang. Karena nikmat cinta ini pula aku beserta umat lainya mencintai Allah Yang menjadi Penguasa alam jagad raya ini, mencintai rasul-rasulNya, mencintai sahabat-sahabat  rasul, mencintai ulama’ yang menjadi pemuka agama, dan mencintai semua wahyu yang Allah berikan pada para rasulNya dan menjadikannya sebagai pedoman hidup.
QS.Annisa : 69
Artinya :
”Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”

Nikmat Matahari
Matahari merupakan sumber energi terbesar yang ada di alam ini. Matahari juga merupakan faktor penyebab terjadinya kehidupan di bumi ini. Tanpa matahari seluruh alam jagad raya ini tidak akan terlihat,yang terlihat hanyalah sebuah benda hitam dengan kerapatan yang sangat rapat yang biasa kita sebut dengan kegelapan atau kehitaman. Andaikan matahari tidak lagi bersinar menerangi alam ini,apa yang akan terjadi? Apakah kehidupan masih akan tetap terjadi? Sungguh, aku tidak dapat membayangkannya.

Nikmat Air
Air atau H2O merupakan komponen terbesar penyusun bumi ini. Kehidupan yang terjadi di bumi ini bergantung pada air. Air menjadi kebutuhan pokok bagi setiap makhluk hidup,sebab sebagian besar dari tubuh makhluk hidup tersusun atas air. Untung saja, Allah memberikan komposisi air yang berlimpah di muka bumi ini. Apa jadinya,jika air yang ada di alam ini hanya disediakan dengan komposisi yang sedikit. Mungkin saja setiap makhluk hidup di dunia ini akan berperang demi memperebutkan seciduk air. Dan tentu saja tidak akan ada perdamaian di dunia ini. Namun Allah mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesetimbangan alam di muka bumi ini. Maha Puji Allah Atas Segala KaruniaNya.

Nikmat Tumbuhan
Tumbuhan selalu memberikan kesejukan kepada setiap tempat yang ia duduki. Kegiatan atau aktivitas yang dilakukan tumbuhan sangat menguntungkan bagi makhluk hidup lain yang ada di sekitarnya. Proses fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan menghasilkan oksigen atau O2 yang menjadi suatu kebutuhan terbesar bagi manusia dan hewan untuk bernafas. Tanpa adanya oksigen manusia dan hewan tidak akan dapat hidup, dan dari tumbuhan pula manusia dan hewan memperoleh sumber makanan. Tumbuhan,terutama pepohonan menjadi penopang atas berlimpahnya kandungan air di bumi. Pepohonan menopang air agar tidak terjadi banjir. Namun terkadang atau bahkan sering manusia lalai dalam menjaga kelestariannya. Karena keserakahannya,mereka menebang pohon dengan cara illegal (illegal logging) hingga hutan menjadi gundul. Mereka tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan akan berdampak negatif bagi lingkungan,sebab yang ada dipikiran mereka hanyalah bagaimana caranya memperoleh keuntungan dari semua pekerjaan yang mereka lakukan. Hingga pada akhirnya banjir melanda,dan yang terkena imbasnya adalah penduduk sekitar yang tidak bersalah serta yang melakukan penebangan illegal tadi. Sesungguhnya semua bencana yang terjadi di alam ini adalah akibat ulah manusia sendiri karena kelalaiannya.
QS.Al anfaal : 53
Artinya :
“Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”


Alhamdulillah, Allah masih memberikan kepadaku kesempatan untuk dapat mengucap kata  syukur kepadaNya atas segala nikmat yang Ia berikan kepadaku hingga detik ini. Nikmat di atas hanyalah beberapa saja dari sebagian besar nikmat-nikmat Allah yang dilimpahkan kepada semua umatNya. Sebab sesungguhnya nikmat Allah tidak dapat didefinisikan berapa jumlahnya. Bagaikan suatu bilangan dari aljabar yang dipangkatkan tak hingga yang sampai saat ini hasil dari perpangkatan tersebut tidak dapat didefinisikan.
            QS.Al Baqarah : 152
 Artinya :
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku.”

Maha Besar Allah atas segala nikmat dan anugerahNya. Terimakasih Ya Allah. Jadikan semua nikmat yang Engkau berikan kepada kami ini menjadi barakah. Amin…..!!!!!!!

“Apakah Tuhan berhenti memberi nikmat pada Anda ketika Anda lalai atau lupa padaNya?”

Maha Suci Allah atas segala kasih dan sayangNya kepada seluruh umatNya, meski terkadang diriku lalai dalam menjalankan ibadah kepadaNya Allah tetap memberikan nikmatNya kepadaku. Bahkan kepada orang kafir atau kepada umat yang beragam lain selain islam, Allah tetap memberikan nikmatNya kepada mereka meski hanya nikmat di dunia saja.

“Kapankah nikmat Tuhan yang diberikan kepada Anda akan berhenti?”

Allah tidak akan pernah berhenti memberikan nikmatNya kepada semua makhlukNya. Meski kelak pada saatnya nanti kita mati,Allah tetap memberikan nikmatNya kepada para umatNya di akhirat. Hanya saja bagi umat atau sekelompok orang  yang kafir atau yang beragama selain islam, Allah memutuskan nikmatNya bagi mereka di akhirat.
“Bagaimana sikap anda kepada Tuhan di atas aegala nikmatNya,perintah dan laranganNya?”

Saya bersyukur atas segala nikmat Allah yang telah diberikan kepada saya khususnya. Rasa syukur itu, berusaha saya curahkan dengan senantiasa beribadah kepadaNya, yaitu dengan bertaqwa, menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Sebab suatu perintah atau pun larangan yang Allah tentukan bagi para makhlukNya,tentu bukan merupakan sesuatu yang merugikan. Perintah atau larangan tersebut ditetapkan hanya untuk menguji seberapa kuat iman dan takwa kita kepadaNya.

“Adakah perintah dan larangan Tuhan yang merugikan Anda? Apakah fungsi perintah dan larangan Tuhan itu? Bagaimana jika ada perasaan / pikiran bahwa peraturan Tuhan telah merugikan anda?”

Seperti yang telah saya sampaikan di atas, bahwa tentu Allah tidak akan pernah memberikan suatu perintah atau pun larangan yang dapat merugikan umatNya. Suatu perintah atau larangan yang telah ditetapkan olehNya menjadi tolak ukur seberapa kuat iman dan takwa kita kepadaNya. Bagi umat yang benar-benar beriman kepadaNya tidak akan pernah merasa dirugikan dengan semua perintah dan larangan-larangan Allah. Sebab, sesungguhnya perintah dan larangan-larangan tersebut di tetapkan semata-mata hanya untuk kebaikan diri kita sendiri,jadi tidak ada ruginya jika kita menjalan semua perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.

Alhamdulillah, tugas ini telah selesai saya kerjakan. Semoga semua yang ada pada tulisan ini dapat meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah swt. Dan semoga menjadi suatu ibadah bagi yang menulis dan yang membaca. Amin.

Wassalamualaikum wr.wb.



2 komentar:

mantap gan
terlalu banyak nikmat Allah

wajib kita syukuri semua nikmat dari Allah:)

Posting Komentar